SUKAGOAL.com – Musim Super League 2025/2026 telah membawa berbagai kejutan, terutama bagi beberapa tim yang harus berjuang keras memperbaiki catatan lawatan mereka. Memasuki fase penting dalam kompetisi, performa di laga kandang atau tandang menjadi krusial untuk menentukan posisi akhir di klasemen. Tetapi, eksis beberapa tim yang menampilkan performa kurang memuaskan waktu bermain di luar markas mereka. Mari kita lihat lebih dalam mengenai enam tim yang sejauh ini kesulitan menampilkan kemampuan terbaik mereka ketika bertandang.
Menilik Performa Tandang yang Mengecewakan
Performa tandang sering kali menjadi kunci sukses bagi sebuah tim dalam liga, terutama ketika menghadapi kompetisi sepadat Super League. Beberapa tim, meski menunjukkan permainan apik di kandang, gagal mereplikasi kesuksesan tersebut saat jauh dari dukungan suporter mereka. Mari kita tinjau bagaimana enam tim ini menghadapi tantangan lawatan di liga musim ini.
Pertama, Tim A, yang diharapkan dapat bertanding di papan atas, justru mengalami berbagai kendala saat bertandang. Kalah dalam lima dari enam pertandingan tandang awal, pelatih mereka menyatakan, “Tidak mudah bermain jauh dari rumah, tetapi kami harus belajar dan beradaptasi lebih cepat.” Dengan banyaknya tekanan yang datang, Tim A kini tengah berusaha mencari langkah buat memecahkan rekor buruk tersebut. Secara taktik, mereka harus menyusun ulang formasi dan strategi untuk dapat mengatasi gangguan mental dan teknis waktu bermain di stadion musuh.
Selanjutnya, Tim B juga mengalami nasib serupa. Memiliki rekor kandang yang fantastis ternyata tidak cukup buat menutupi kekurangan mereka di laga lawatan. Statistik menunjukkan mereka hanya bisa meraih satu poin dari empat laga lawatan pertama. Dalam konferensi pers terakhir, kapten tim mengatakan, “Kami harus lebih konsentrasi dan disiplin. Setiap tim mau memenangkan pertandingan kandang, dan begitu juga sebaliknya.”
Strategi Memperbaiki Rekor Tandang
Mengetahui tantangan yang mereka hadapi, upaya untuk memperbaiki rekor tandang menjadi perhatian serius bagi tim-tim ini. Para pelatih dan staf teknis harus memikirkan strategi yang dapat diterapkan buat meningkatkan performa lawatan.
Salah satu pendekatan yang mampu diambil adalah dengan memperbaiki transisi permainan. Tim harus bisa beralih dengan cepat antara menyerang dan bertahan guna menghadapi tim tuan rumah yang biasanya bermain lebih agresif. Menurut pelatih Tim C, “Kami bekerja keras untuk menaikkan transisi kami. Ini bukan hanya tentang fisik, tetapi juga mental pemeran waktu di bawah tekanan.”
Di samping itu, krusial bagi tim buat membangun mentalitas kuat. Memasuki babak-babak terakhir liga, tekanan dan ekspektasi semakin meningkat. Tim yang bisa menjaga kepercayaan diri dan statis tenang di lapangan, biasanya bisa bertahan menghadapi situasi sulit. Seorang psikolog olahraga yang berpengalaman menyatakan, “Faktor mental sangat menentukan saat bermain di pertandingan tandang. Mendapatkan hasil jelek mampu saja membuat mental pemain terganggu, sehingga krusial sekali untuk membangun resilien.”
Akhirnya, tim-tim ini harus belajar menyiasati tekanan atmosfer stadion lawan yang sering kali tidak bersahabat. Penyesuaian dalam hal waktu keberangkatan, sesi latihan spesifik di stadion musuh sebelum pertandingan, serta interaksi positif di antara para pemain dapat membantu mereka pulih dari keterpurukan performa.
Meski tantangan masih panjang, dengan upaya dan komitmen yang tepat, bukan hal mustahil bagi tim-tim ini buat merubah nasib mereka di sisa musim. Dengan menaikkan fokus pada unsur penentu sukses lawatan, mereka berharap mampu mendongkrak posisi dalam klasemen akhir Super League 2025/2026. Usaha ini tentunya juga membawa harapan bagi penggemar loyal agar mereka bisa menyaksikan tim kesayangan bersaing di level tertinggi dan tidak hanya tergantung pada hasil laga kandang.




