SUKAGOAL.com – Mikel Arteta, manajer Arsenal, dalam beberapa peluang belakangan menunjukkan pemahamannya yang mendalam tentang asmara dan kebanggaan sebagai porsi dari kultur klub. Ketika berbicara tentang pentingnya mendukung tim dalam keadaan susah dan senang, Arteta mengungkapkan perasaannya mengenai interaksi antara klub dan pendukungnya yang harus masih erat terlepas dari hasil laga yang diterima. Dalam sebuah peluang, ia menyebutkan, “Cintailah Arsenal waktu bahagia dan susah.” Hal ini menunjukkan betapa pentingnya soliditas pendukung untuk mendukung klub kesayangan mereka di saat-saat baik dan buruk sekalipun.
Dukungan Sepanjang Saat
Momentum ini menjadi semakin relevan saat Arsenal baru saja mengalami kekecewaan akibat hasil imbang melawan Wolverhampton. Arteta tidak mampu menyembunyikan rasa kecewanya, tetapi ia menekankan bahwa tim sedang berproses dalam jalur yang betul. “Kami statis berada di posisi yang diinginkan di seluruh kompetisi,” ungkap Arteta dengan penuh keyakinan. Kegagalan mendapatkan poin penuh dari Wolverhampton semestinya tidak menyurutkan semangat dan harapan pendukung, sebab menurut Arteta, performa tim tidak semestinya diukur dari satu dua pertandingan saja, melainkan dilihat secara keseluruhan musim.
Keputusan serupa juga muncul dalam diskusi mengenai taktik Arsenal, terutama ketika Wolves melontarkan insinuasi terkait gaya permainan Arsenal yang dituduh membuang-buang waktu. Arteta dengan bijak menyikapi hal ini, mencoba mengambil hikmah dari setiap kritik yang diterima tim. Dia berpendapat bahwa fokus buat berkembang adalah hal yang harus diutamakan alih-alih merisaukan pendapat orang lain yang justru dapat mengganggu fokus tim.
Pentingnya Mentalitas Kampiun
Dalam penuturan Arteta, pentingnya memiliki mental kampiun tidak hanya berlaku untuk pemeran di lapangan tetapi juga harus merasuki para pendukung yang setia di belakang klub. Martin Keown, mantan pemain Arsenal, pun menambahkan peringatan penting dengan mengatakan bahwa Arsenal perlu segera ‘mereset’ mentalitas kampiun mereka agar tak kehilangan kesempatan untuk mengangkat trofi Liga Primer. “Segera ‘reset’ mental juara sebelum gelar Liga Primer melayang!” tegas Keown.
Keown dan Arteta sepakat bahwa setiap elemen dari klub, mulai dari manajemen, pemain, hingga supporter harus bersatu padu dalam satu visi agar tujuan-tujuan besar dapat tercapai. Di sinilah lokasi pentingnya tidak cuma mendukung tim ketika berada di puncak, namun juga ketika sedang mengalami kesulitan.
Secara keseluruhan, Arteta dan klub menghimbau agar para pendukung tidak hanya menuntut kemenangan semata tetapi juga memberikan dukungan moral dan semangat yang berkesinambungan. Kesadaran akan perjalanan panjang dan kepercayaan pada proses pencapaian tujuan adalah kunci bagi Arsenal dan semua elemen di dalamnya buat menjadi klub yang tak hanya sukses di lapangan, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan bagi para pengikut setianya di semua internasional. Dengan mentalitas serta dukungan yang stabil, Arsenal yakin bahwa masa depan yang lebih gemilang dapat diraih dan seluruh tujuan di kompetisi dapat tercapai.




