SUKAGOAL.com – Pertandingan antara Benfica dan Real Madrid di Liga Champions berlangsung sengit dengan hasil akhir 0-0 di babak pertama. Kedua tim tampil dengan strategi menyerang, tetapi tak berhasil memecahkan kebuntuan hingga turun minum. Sementara Mbappe, penyerang andalan Real Madrid, tampak melempem di depan gawang lawan, hal ini menambah ketegangan buat kubu Los Blancos yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap performa striker asal Prancis tersebut.
Performa Tumpul Mbappe di Babak Pertama
Di banyak pertandingan krusial, Kylian Mbappe sering kali menjadi pembeda bagi Real Madrid. Namun, dalam laga ini, sang striker tidak menunjukkan ketajaman yang biasa ia perlihatkan di lapangan. Kendati beberapa kali mengancam pertahanan Benfica, Mbappe tak berhasil mencetak gol, membuat instruktur dan para pendukung harus bersabar hingga babak kedua. Padahal, sejumlah kesempatan emas sudah didapatkan oleh Mbappe, termasuk sebuah umpan masak dari teman setimnya yang gagal ia konversi menjadi gol. Akan namun, penampilan solid dari lini belakang Benfica menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus.
Di sisi lain, pertahanan Real Madrid juga bekerja keras buat menahan gempuran pemain-pemain Benfica. Dengan skema permainan yang lebih fokus terhadap serangan balik, Benfica mencoba memanfaatkan kelengahan pertahanan Madrid, namun demikian tak ada peluang yang berbuah gol. “Kami harus lebih konsentrasi dan menemukan cara buat memanfaatkan kesempatan yang ada,” ungkap pelatih Real Madrid dalam wawancara setelah laga.
Kemenangan Lewat Gol Indah Vinicius di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, perubahan strategi diterapkan oleh pelatih Real Madrid yang berusaha menaikkan intensitas agresi. Ini terbukti efektif waktu Vinicius Junior, salah satu pemeran kunci di lini depan, berhasil mencetak gol latif yang mengantarkan kemenangan bagi Los Blancos. Dengan dribbling lekas dan tembakan terukur, Vinicius mengoyak jala gawang Benfica, membuat Real Madrid unggul dan akhirnya mencatat kemenangan penting dalam pertandingan tersebut. Gol tersebut disambut sorakan meriah dari para pendukung dan menghidupkan asa mereka di kompetisi bergengsi ini.
Sayangnya, momen membanggakan tersebut sempat dinodai oleh insiden tak sedap waktu Vinicius mendapat pelecehan rasis berupa ejekan monyet dari segelintir oknum supporter. Hal ini mendapat kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk dari federasi sepak bola yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan anti-diskriminasi. “Sepak bola adalah olahraga pemersatu yang harus bebas dari segala wujud kebencian. Kami mengutuk keras perilaku seperti itu,” tegas presiden klub.
Mengakhiri pertandingan, instruktur Real Madrid menyatakan rasa puasnya terhadap hasil kerja keras dan keberhasilan timnya mengatasi tekanan di lapangan. Kemenangan ini juga meningkatkan posisi Real Madrid di babak penyisihan, menambah peluang mereka untuk melaju ke tahap berikutnya. Sementara itu, Benfica harus melakukan penilaian taktik serta menaikkan performa agar bisa lebih kompetitif di leg-leg berikutnya. Seperti dikatakan oleh salah seorang pundit sepak bola, “Vincituus menunjukkan kelasnya di lapangan. Ini adalah misalnya sempurna dari determinasi dan kemahiran teknik yang seharusnya diikuti oleh para pemain muda.”
Selanjutnya, semua mata akan tertuju pada penampilan kedua tim dalam pertandingan selanjutnya, dengan ancaman dan rivalitas yang semakin memanas. Real Madrid, mengamankan kepercayaan diri berkat kemenangan ini, akan memperkuat strategi ofensifnya, fana Benfica akan berusaha melakukan pembenahan drastis buat kembali ke jalur kemenangan.



