SUKAGOAL.com – Dalam pertandingan dramatis antara Portugal dan Kroasia, Zlatan Ibrahimovic menyuarakan kritik tajam terkait keputusan kontroversial penggunaan teknologi VAR. Keputusan tersebut menyulut perdebatan sengit, terutama saat gol penyama kedudukan Kroasia dianulir sebab offside yang tidak jernih. Ibrahimovic menyebut bahwa penggunaan VAR telah merusak jalannya laga dan menggambarkan gol yang dianulir itu sebagai sebuah “pencurian”. Selain itu, ia juga menyoroti kesombongan Ronaldo yang membikin Portugal terperangkap dalam permainan mereka sendiri. Menurutnya, semestinya laga berjalan dengan adil tanpa adanya keputusan yang dianggap tak stabil dari teknologi yang diandalkan.
Laga Kontroversi dan Teknologi VAR
Penggunaan teknologi VAR dalam beberapa tahun terakhir menjadi sorotan bagi banyak pihak di lapangan hijau. Walaupun tujuannya untuk membikin keputusan yang lebih adil dan seksama, tetap saja tak jarang menimbulkan protes dan perdebatan. Pertandingan antara Portugal melawan Kroasia menjadi salah satu contoh konkret di mana VAR dianggap sebagai teknologi yang merusak alur permainan yang sudah berlangsung dengan sengit. Gol penyama kedudukan Kroasia yang nyaris membuat jalannya laga menjadi semakin ketat, dianulir setelah tinjauan VAR menyatakan ada pemeran yang berada dalam posisi offside. Namun, keputusan itu justru menuai banyak pertanyaan sebab tidak seluruh pihak sepakat dengan garis yang ditetapkan teknologi tersebut.
Menanggapi hal tersebut, suara dari tokoh-tokoh sepak bola seperti Zlatan Ibrahimovic semakin menguat, mengkritik keefektifan dan kepatutan VAR dalam sepak bola modern. Ibrahimovic, yang dikenal dengan pandangan-pandangannya yang vokal, mengatakan, “Pertandingan Portugal-Kroasia dirusak oleh VAR, gol penyama kedudukan dianulir karena offside yang sebenarnya tak ada.” Ini membuktikan bahwa meskipun niatnya baik, dalam praktiknya, VAR tak selalu mendatangkan keadilan bagi seluruh tim yang bersaing.
Portugal dan Ronaldo dalam Tekanan
Meskipun Portugal berhasil memenangkan pertandingan dan lolos ke babak 16 besar, kritikan terhadap Cristiano Ronaldo dan timnya masih berhembus kencang. Gol kemenangan yang diciptakan oleh Goncalo Ramos pada injury time memang menjadi penentu kelolosan, tetapi tak menghapus pandangan bahwa tim Portugal sempat tertekan dengan strategi Kroasia dan keputusan kontroversial VAR. Beberapa pengamat menyebutkan bahwa Ronaldo yang sering dijadikan pusat permainan, kadang membikin tim terjebak dalam permainan yang monoton dan mudah ditebak.
Di samping kesuksesan Portugal buat melaju ke babak selanjutnya, pertanyaan mengenai efektivitas strategi mereka lanjut menjadi bahan obrolan. Apakah keberadaan Ronaldo benar-benar menguntungkan tim atau malah menjadi beban waktu permainan menjadi sulit dan cenderung mengandalkan kemampuan individual semata? Mungkin sudah saatnya bagi Portugal buat mengevaluasi pendekatan mereka dan mencari campur tim yang tidak cuma bergantung pada satu pemeran, tetapi juga kolektifitas dari seluruh personil tim. Dengan demikian, Portugal mampu menjadi tim yang tidak hanya bergantung pada keberuntungan atau keputusan kontroversial, tetapi sejatinya menunjukkan permainan yang solid dan strategi yang masak.




