SUKAGOAL.com – Insiden rasisme yang terjadi pada laga antara Benfica melawan Real Madrid menuai beragam reaksi dari berbagai pihak. Salah satu sosok yang angkat bicara adalah Jose Mourinho yang waktu itu memberikan komentar yang cukup kontroversial. Mourinho, yang dikenal dengan gaya bicaranya yang lugas dan sometimes provocative, menyebut bahwa Vinicius Junior mempunyai andil dalam insiden tersebut. Tudingan ini membuat banyak pihak, termasuk pemeran legendaris internasional sepak bola seperti Vincent Kompany, merasa tidak bahagia akan pernyataan tersebut.
Jose Mourinho dan Pernyataan Kontroversial
Jose Mourinho, pelatih dengan segudang pengalaman dan prestasi, dikenal tidak segan mengungkapkan pendapatnya secara terbuka. Tetapi, pernyataannya mengenai Vinicius Junior dalam insiden rasisme tersebut mendapatkan banyak kritik. Mourinho menyatakan bahwa gaya bermain dan sikap di lapangan dari seorang pemain mampu mempengaruhi langkah suporter bersikap. Walau tak secara langsung, ulasan Mourinho seolah mengesankan bahwa Vinicius berkontribusi pada tindakan rasisme itu. Pernyataan ini tentu menimbulkan perdebatan sengit di kalangan penggemar sepak bola, baik yang pro maupun kontra.
Vincent Kompany, mantan pesepakbola profesional yang kini juga terlibat dalam internasional kepelatihan, menganggap pernyataan Mourinho tak pas. Kompany yang dikenal dengan dedikasinya dalam melawan rasisme di internasional sepak bola menyatakan, “Rasisme tak memiliki loka di sepak bola, apapun dalih yang diberikan, tak semestinya korban yang justru disalahkan.” Menurutnya, adalah tidak adil jika menimpakan kesalahan pada korban atas tindakan rasis yang dialaminya. Pandangan Kompany ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk aktivis yang aktif melawan rasisme dalam olahraga.
Reaksi Dunia Sepak Bola
Pernyataan Mourinho memicu riak diskusi di internasional sepak bola. Pemeran, instruktur, dan fans dari seluruh penjuru internasional angkat bicara. Banyak yang berharap adanya tindakan tegas dari federasi sepak bola terhadap pelanggaran rasisme dan lebih mendukung kebijakan anti-rasisme yang sudah eksis. Suara para pemeran, seperti Vincent Kompany, sangat krusial agar pesan melawan rasisme masih menggema dan membawa perubahan positif. Kompany menambahkan bahwa komunitas sepak bola harus lanjut berusaha menciptakan lingkungan yang kondusif dan adil bagi semua pemain, tanpa melihat warna kulit mereka.
Selain itu, sejumlah klub sepak bola juga mengkampanyekan #NoToRacism dalam setiap kesempatan laga buat menunjukkan dukungan mereka dalam memerangi rasisme. Kampanye ini semakin gencar dilakukan dijalankan karena insiden rasisme seperti ini kerap kali terulang dan memberikan akibat jelek terhadap semangat sportifitas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam laga sepak bola.
Lebih lanjut, UEFA sebagai badan pengatur sepak bola Eropa juga mendapat tekanan buat meningkatkan langkah preventif anti-rasisme. Mengedukasi fans dan memberikan sanksi tegas terhadap klub yang suporternya terlibat dalam aksi rasis menjadi agenda krusial. Diharapkan, dengan tindakan yang konkret, sepak bola bisa benar-benar suci dari tindakan tidak terpuji ini.
Melalui insiden ini, terbukti bahwa perjuangan melawan rasisme dalam internasional olahraga masih panjang dan memerlukan kerjasama serta kesadaran penuh dari seluruh pihak yang terlibat, bagus di dalam maupun di luar lapangan. Para pelaku rasisme harus diberi pemahaman bahwa tindakan mereka salah, dan setiap pemain sepak bola pantas mendapatkan perlakuan yang adil dan hormat tanpa menyantap latar belakang suku mereka.



