SUKAGOAL.com – Waktu Persija Jakarta mempersiapkan diri buat menghadapi Malut United dalam lanjutan Liga 1 Indonesia, salah satu pemeran mereka, Shayne Pattynama, menemukan dirinya dalam suasana emosional. Laga ini bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa untuk Pattynama, namun juga sebuah perjalanan kembali ke tanah leluhurnya di Maluku. Bagi pemeran berusia 24 tahun ini, bersaing di tanah leluhur memiliki arti yang mendalam, mengingat sejarah keluarganya yang kaya akan budaya Maluku.
Momen Kembali ke Akar Leluhur
Kunjungan ke Maluku bagi Shayne Pattynama bukan hanya tentang tanggung jawab profesionalnya sebagai pemain sepak bola, namun juga tentang keinginan buat menyambung kembali akar leluhurnya. “Ini adalah peluang langka bagi saya untuk mampu bermain di tanah kelahiran leluhur saya,” kata Pattynama dalam sebuah wawancara eksklusif. Setelah bertahun-tahun bermain di belahan internasional yang berbeda, kesempatan untuk kembali ke Maluku memberikan makna lebih pada karir sepak bola yang sedang ia jalani.
Sebagai seorang pemeran yang lahir dan akbar di Belanda, Pattynama jarang mendapatkan peluang buat mengunjungi tanah leluhurnya. Tetapi, kali ini dia datang dengan membawa tekad dan kebanggaan. Kembalinya Pattynama ke Maluku tak cuma menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri, namun juga bagi masyarakat Maluku yang melihatnya mewakili daerah tersebut dalam ajang sepak bola nasional. “Dukungan dari masyarakat di sini luar normal. Mereka membuat saya merasa diterima dan bangga memiliki ikatan dengan tempat ini,” tambahnya.
Menjembatani Budaya Lewat Sepak Bola
Di sisi lain, pertemuan ini juga menjadi ajang bagi Pattynama untuk memperkenalkan budaya Maluku kepada rekan-rekan setimnya dan para penggemar Persija. Melalui sepak bola, Pattynama berharap dapat menjembatani dua budaya yang berbeda dan menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi alat pemersatu yang kuat. “Sepak bola memiliki kekuatan buat menyatukan orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Aku berharap dapat membawa sedikit kebanggaan dan pengaruh Maluku ke dalam tim,” ujar Pattynama dengan semangat.
Ketika latihan berjalan lancar dan mendekati hari laga, Pattynama berharap bisa memberikan yang terbaik di lapangan. Bagi supporters, menatap pemeran yang milik interaksi kuat dengan tanah mereka bermain di kandang adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Semangat para pendukung Maluku United juga menjadi pembakar semangat bagi tim lawan, termasuk Pattynama yang merasa termotivasi buat memberikan performa terbaik. Suasana stadion yang penuh dengan riuh bawah suporter lokal akan menambah keunikan laga ini.
Kunjungan ini menjadi tonggak krusial dalam perjalanan karir sepak bola international Pattynama, yang memungkinkan dia buat kembali ke akar budaya keluarganya. Bagi Pattynama, laga melawan Malut United lebih dari sekedar laga biasa, tetapi juga peluang untuk menghormati akar budaya keluarganya dan membawa pesan persatuan. Terlepas dari hasil laga, momen ini akan selalu diingat oleh Pattynama dan masyarakat Maluku yang menyambutnya dengan tangan terbuka. Di akhir wawancara, Pattynama mengungkapkan harapannya, “Saya ingin setiap kali saya kembali ke Maluku, saya bisa membawa kebahagiaan dan prestasi bagi masyarakat di sini.”




