SUKAGOAL.com – Dalam laga yang berlangsung di Etihad Stadium, Manchester City berhasil mengalahkan Salford City dengan skor meyakinkan 2-0. Pertandingan ini menjadi sorotan terutama karena menampilkan dominasi mutlak dari klub yang waktu ini menjadi salah satu raksasa Liga Premier Inggris. Kemenangan ini mengantarkan Manchester City melaju ke Babak kelima Piala FA musim 2025/2026, suatu prestasi yang seolah telah menjadi langganan bagi tim asuhan Pep Guardiola dalam kompetisi ini. Pendukung setia The Citizens yang memadati stadion menyambut hasil ini dengan sorak sorai, bangga akan tim kesayangannya yang lanjut menunjukkan performa impresif.
Kemenangan yang Dominan
Melawan Salford City yang berkompetisi di divisi lebih bawah, Manchester City jernih diunggulkan sejak awal. Pertandingan ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga menjadi ajang unjuk gigi kekuatan laskar biru langit. Sejak peluit babak pertama dibunyikan, dominasi bola lebih banyak dikuasai oleh Manchester City. Statistik yang menunjukkan dominasi bola hingga 70 persen menjadi bukti betapa dominannya mereka di lapangan.
Pencetak gol pembuka di laga ini datang dari kaki Phil Foden di menit ke-26, setelah menerima umpan terobosan dari Kevin De Bruyne yang memukau. “It was a perfect pass, and I just had to put it in,” kata Foden dalam wawancara pasca-pertandingan. Gol ini menambah keyakinan diri tim dan semakin memperlemah moral Salford City, yang harus menghadapi tekanan tanpa henti dari sang kampiun bertahan Liga Premier Inggris tersebut. Manchester City tidak mengendurkan serangan bahkan setelah unggul. Strategi menyerang penuh yang diterapkan oleh Guardiola memang dikenal militan, dan pertandingan ini menjadi salah satu contoh sempurna bagaimana planning tersebut diterapkan.
Strategi dan Tekanan Tanpa Henti
Di babak kedua, dominasi Manchester City berlanjut. Guardiola mempertahankan susunan pemain kunci yang memberikan keseimbangan sempurna antara pertahanan dan serangan. Kehadiran Ilkay Gundogan yang berfungsi sebagai jangkar di lini tengah memberikan stabilitas yang luar biasa. Ini menambah layer pertahanan dan memfasilitasi transisi lekas dari bertahan ke menyerang. Momen krusial di babak kedua terjadi ketika Ferran Torres menggandakan kelebihan City di menit ke-68. Gol ini berawal dari kerja sama apik antara Rodri dan Bernardo Silva yang benar-benar membongkar sistem pertahanan Salford yang sudah kelelahan.
Manajer Salford City, dalam pernyataan pasca-pertandingannya, mengakui kelebihan City dan betapa sulitnya menghadapi tim dengan kualitas sekelas itu. “Mereka bermain di liga yang berbeda, dan visi serta eksekusi mereka sangat sulit buat diantisipasi,” ujarnya. Tidak mampu dipungkiri, pertandingan ini menunjukkan perbedaan kelas yang nyata antara kedua tim. Tetapi, Salford City patut diacungi jempol atas semangat dan upayanya buat mampu bertanding dengan penuh semangat sepanjang laga.
Menjelang akhir laga, Manchester City masih mempunyai beberapa kesempatan emas yang hampir menambah penderitaan Salford City. Namun, ketangguhan kiper Salford dan sedikit ketidakberuntungan di depan gawang membuat skor tetap bertahan 2-0 hingga peluit akhir berbunyi. Hasil ini tentu menjadi modal positif bagi Manchester City menuju babak berikutnya. Selain itu, kemenangan ini juga memperpanjang rekor kemenangan The Citizens di seluruh kompetisi, sesuatu yang tentu sangat menggembirakan bagi pendukungnya.
Keseluruhan pertandingan menunjukkan betapa matangnya strategi dan energi serang yang dimiliki Manchester City. Sistem yang diterapkan Guardiola kembali menjadi bahan pujian, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pelatih terbaik di internasional. Dengan perjalanan di Piala FA yang tetap panjang, Manchester City tentunya harus menjaga momentum ini agar bisa meraih gelar yang telah menjadi target mereka di setiap musimnya. Kemenangan ini juga menjadi sinyal bahwa mereka siap menghadapi tantangan berikutnya, apapun dan siapapun lawannya di babak mendatang.


