SUKAGOAL.com – Dalam periode awal karirnya di Real Madrid, Kylian Mbappe menghadapi tantangan besar dan hasil yang kurang memuaskan. Walau datang dengan ekspektasi tinggi sebagai salah satu pemain muda terbaik di internasional, Mbappe belum berhasil membawa pulang beberapa trofi krusial yang menjadi impian klub maupun para penggemarnya. Real Madrid, yang dikenal dengan catatan sejarah panjang sebagai salah satu raksasa sepak bola dunia, mempunyai harapan besar terhadap kontribusi Mbappe.
Di tengah sorotan media dan penggemar, Mbappe gagal meraih empat trofi primer yang sangat dinantikan oleh klub. Kegagalan ini menimbulkan berbagai spekulasi dan kritik mengenai performanya serta strategi klub secara keseluruhan. Beberapa pihak mempertanyakan apakah keputusan untuk merekrut Mbappe adalah cara yang pas, mengingat besarnya investasi yang dikeluarkan untuk mendatangkannya ke Santiago Bernabéu.
Tantangan di La Liga dan Liga Champions
La Liga, sebagai salah satu liga paling kompetitif di dunia, menjadi medan pertempuran yang ketat bagi Mbappe dan Real Madrid. Walau Mbappe menunjukkan performa individu yang impresif di beberapa laga, secara keseluruhan tim statis tidak mampu mengungguli rival mereka buat merebut gelar kampiun. Persaingan yang ketat dengan tim seperti Barcelona dan Atletico Madrid membuat perjalanan di liga domestik menjadi lebih menantang daripada yang diantisipasi.
Sementara itu, di Liga Champions, kompetisi paling bergengsi di tingkat klub Eropa, Real Madrid yang sering disebut sebagai rajanya Liga Champions sebab banyaknya gelar yang telah mereka menangkan, juga gagal mencapai harapan dengan tak berhasil meraih trofi selama masa awal Mbappe di klub. Momen-momen penting dalam pertandingan sering kali tak berpihak pada mereka, yang berujung pada eliminasi sebelum mencapai babak final. Kekecewaan ini membikin banyak orang bertanya-tanya tentang strategi dan persiapan tim di kompetisi dunia.
Tantangan di Copa del Rey dan Piala Super Spanyol
Di kancah domestik lainnya, Copa del Rey menjadi tantangan yang berbeda. Walau ini bukanlah satu-satunya fokus primer bagi klub sebesar Real Madrid, tetapi trofi ini masih memiliki nilai prestisius di Spanyol. Sayangnya, perjalanan Mbappe berbarengan tim di ajang ini juga tidak mulus. Kegagalan di turnamen ini semakin menegaskan bahwa ada sesuatu yang perlu dievaluasi dalam pendekatan mereka terhadap kompetisi domestik.
Piala Super Spanyol, walau sering dianggap sebagai trofi minor dibandingkan dengan yang lain, juga menjadi tolok ukur performa bagi klub-klub top di Spanyol. Sayangnya, dalam pertempuran di turnamen ini, Mbappe dan kawan-kawan tidak dapat menunjukkan superioritas yang diharapkan. Kegagalan beruntun di berbagai kompetisi membikin banyak analisis dari para ahli sepak bola tentang apa yang perlu diperbaiki di dalam tim.
Di tengah segala tantangan dan tekanan yang dihadapi Mbappe, penting juga buat diingat bahwa sepak bola adalah olahraga tim. Meski Mbappe adalah salah satu bintang paling bersinar di internasional sepak bola ketika ini, kesuksesan di lapangan tak hanya ditentukan oleh satu individu. Kerja sama tim, strategi pelatih, dan faktor eksternal lainnya juga berperan penting dalam menentukan hasil akhir. Maka dari itu, masih ada harapan bahwa dengan evaluasi dan penyesuaian yang tepat, Mbappe dan Real Madrid bisa kembali ke jalur kemenangan serta meraih trofi yang diidam-idamkan oleh mereka dan para penggemar.



