SUKAGOAL.com – Menteri Olahraga Ukraina, Matvii Bidnyi, memberikan kritik tajam terhadap keputusan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang menyatakan kesediaannya untuk mempertimbangkan pencabutan sanksi terhadap Rusia. Cara ini diambil Infantino setelah beberapa pembicaraan dengan pihak Rusia dan sejumlah federasi sepak bola lainnya. Namun, Bidnyi menyantap cara tersebut sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab, mengingat situasi konflik yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina. Dalam pernyataannya, Bidnyi menegaskan bahwa tindakan Infantino dapat memberikan dampak buruk terhadap citra FIFA sebagai forum yang semestinya menjaga integritas dan sportivitas dalam dunia sepak bola. “Mencabut sanksi pada ketika ini sama saja seperti mengabaikan prinsip-prinsip dasar keadilan,” kata Bidnyi.
Tanggapan Keras dari Ukraina
Bidnyi tak sendirian dalam menyampaikan kekesalannya. Banyak pihak di Ukraina, termasuk para pemain sepak bola, instruktur, dan penggemar olahraga, menyuarakan ketidaksetujuan mereka terhadap kemungkinan pencabutan sanksi tersebut. Mereka merasa FIFA semestinya berpihak pada prinsip keadilan dan mendukung usaha pemugaran korelasi dunia melalui jalur diplomatik, bukan seolah-olah mengesampingkan pelanggaran yang telah terjadi. Dalam berbagai kesempatan, Bidnyi terus menekankan pentingnya FIFA mempertahankan sikap tegas terhadap Rusia hingga terdapat solusi yang damai dan adil untuk kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik ini. Menurutnya, peran organisasi internasional adalah untuk memberikan contoh yang baik dan menjadi pemersatu di lagi perbedaan politik global.
Implikasi Terhadap Internasional Sepak Bola
Keputusan Infantino untuk mempertimbangkan pencabutan hukuman terhadap Rusia dinilai dapat memberikan preseden jelek bagi dunia sepak bola internasional. Banyak pengamat menilai bahwa tindakan ini dapat membuka kembali peluang bagi negara lain buat melakukan tindakan serupa tanpa khawatir akan dihadapkan pada sanksi berat dari forum internasional. FIFA, sebagai badan sepak bola dunia, diharapkan dapat bertindak objektif dan adil demi kelangsungan dan integritas olahraga yang dicintai oleh banyak manusia di semua dunia. Jika FIFA gagal menunjukkan integritas tersebut, maka kepercayaan publik terhadap keputusannya di masa depan dapat memudar secara signifikan.
Para penggemar dan pelaku sepak bola di banyak negara berharap agar konflik antara Rusia dan Ukraina dapat diselesaikan dengan damai, dan olahraga mampu menjadi salah satu sarana untuk mencapai perdamaian tersebut. Banyak yang berharap FIFA dapat mendorong dialog dan mediasi antara kedua negara dengan bantuan lembaga-lembaga internasional lainnya, daripada sekadar mengangkat sanksi yang dinilai tak bijaksana pada waktu ini. “Kami seluruh berharap buat perdamaian yang sesungguhnya, dan sepak bola semestinya menjadi alat pemersatu, bukan menjadi alasan untuk perpecahan lebih terus,” tandas seorang pemeran nasional Ukraina.



