SUKAGOAL.com – Dalam perhelatan World Economic Forum (WEF) yang berlangsung di Davos, salah satu momen menarik adalah pertemuan Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto, dengan legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane. Pertemuan ini menarik banyak perhatian sebab dua tokoh dari latar belakang yang berbeda ini berdialog dalam suasana yang hangat. Prabowo, yang dikenal sebagai salah satu tokoh politik penting di Indonesia, tampak akrab dengan Zidane, yang menjadi ikon sepak bola dunia berkat prestasinya di lapangan hijau. Kedua tokoh ini berbagi pandangan tentang pentingnya olahraga dalam menciptakan perdamaian dan persatuan di antara bangsa-bangsa.
Kejutan Prabowo di WEF dan Pujian dari Harvard
Selain berjumpa dengan Zidane, Prabowo juga membuat kejutan dengan pernyataan yang diungkap oleh Harvard ketika berkata dalam pertemuan tersebut. Menurut Harvard, Indonesia diproyeksikan sebagai negara nomor satu yang akan mengalahkan Amerika Perkumpulan dalam beberapa dasa warsa mendatang. Prabowo tampak terkejut dan merasa terhormat dengan pernyataan tersebut. “Ini adalah pengakuan atas potensi akbar yang dimiliki oleh Indonesia,” ujar Prabowo. Ia menekankan bahwa Indonesia mempunyai sumber daya alam yang melimpah dan populasi yang lanjut berkembang, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Prabowo juga menyoroti pentingnya pendidikan dan penemuan sebagai kunci buat mencapai prediksi tersebut. “Pendidikan akan menjadi fondasi kuat bagi kita untuk dapat bertanding di kancah mendunia,” tambahnya. Dalam pidatonya, Prabowo mendorong kerjasama antarnegara buat mencapai stabilitas dan perdamaian dunia, yang dianggapnya sebagai elemen vital untuk kemajuan ekonomi global.
Visi Perdamaian dan Stabilitas Ekonomi Internasional
Pada WEF 2026, Prabowo menyampaikan pidato visioner mengenai perdamaian dan stabilitas sebagai kunci masa depan ekonomi internasional. Laki-laki yang kini menjabat sebagai Presiden RI itu menekankan bahwa keamanan dan stabilitas politik adalah lantai bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. “Kami percaya bahwa tanpa perdamaian, tidak mungkin ada kemakmuran ekonomi. Stabilitas politik dan keamanan di kawasan harus menjadi prioritas,” tegas Prabowo dalam pidatonya yang mendapatkan sambutan positif dari para peserta.
Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga hubungan bilateral yang sehat dan saling menguntungkan antarnegara. Ia memastikan bahwa Indonesia akan terus menjadi bagian dari solusi dalam menyelesaikan berbagai konflik mendunia yang eksis. “Diplomasi adalah jalan yang kita tempuh buat memperkuat kerjasama antarnegara. Kami berharap dapat bekerja sama dengan negara lain dalam menangani tantangan mendunia, seperti perubahan iklim dan ketidaksetaraan ekonomi,” ujar Prabowo.
Di sisi lain, realitas di dalam negeri juga menjadi perhatian. Prabowo mengungkapkan bahwa banyak rakyat Indonesia tetap menghadapi kesulitan ekonomi, seperti yang terlihat dari masih ada yang mengandalkan nasi garam sebagai makanan sehari-hari. Namun, ia merasa terharu dengan semangat dan senyuman yang masih terpancar dari masyarakat. “Banyak rakyat aku makan nasi garam, tetapi mereka tersenyum,” kata Prabowo, menandakan tekadnya buat terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Kehadiran Prabowo di WEF 2026 serta pertemuannya dengan berbagai tokoh dunia menegaskan posisi Indonesia di kancah internasional. Dengan membawa visi perdamaian dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, Prabowo berharap dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemimpin global yang bisa menjawab tantangan dan kesempatan di masa depan. Pertemuan ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan statis ada, semangat dan optimisme menjadi kekuatan primer dalam mendorong kemajuan bangsa.




