SUKAGOAL.com – Dalam pertemuan epik di Anfield, Manchester City akhirnya mengakhiri kutukan panjang mereka dengan mengalahkan Liverpool buat pertama kalinya dalam 23 tahun. Erling Haaland, penyerang andalan City, menjadi pahlawan dalam pertandingan ini dengan gol spektakulernya yang sekaligus memecahkan kutukan klubnya di stadion legendaris tersebut. Dalam laga yang berlangsung sengit ini, kedua tim menunjukkan performa yang sangat kompetitif, dengan Liverpool memberi perlawanan kuat, tetapi akhirnya harus mengakui kelebihan City dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1.
Haaland Pecahkan Kutukan Anfield
Penampilan Erling Haaland menjadi sorotan primer dalam laga ini. Gol yang diciptakannya bukan cuma memberikan keunggulan bagi Manchester City, tetapi juga memecahkan mitos ketidakmampuan City buat menang di Anfield selama lebih dari dua dasa warsa. Sejak bergabung dengan City, Haaland telah membuktikan dirinya sebagai salah satu penyerang paling mematikan di Liga Premier, dan match ini menunjukkan betapa pentingnya perannya di dalam tim asuhan Pep Guardiola. “Itu adalah malam yang luar biasa untuk kami. Anfield selalu sulit, tetapi hari ini kami membuat sejarah,” ujar Haaland, saat ditanya tentang perasaannya setelah laga.
Kemenangan ini tak cuma berarti tiga poin bagi City, namun menegaskan dominasi mereka musim ini dan semakin menekankan tantangan yang harus dihadapi Liverpool untuk kembali ke jalur kemenangan. Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mengakui penampilan superior City malam itu, sembari mencatat bahwa anak asuhannya akan belajar dari kekalahan ini untuk menjadi lebih baik di pertandingan berikutnya.
Keputusan Kontroversial dan Strategi Lapangan
Pertandingan ini juga diwarnai oleh keputusan wasit yang memicu perdebatan, terutama mengenai pembatalan gol yang dicetak oleh pemeran Liverpool, Rayan Cherki. Keputusan tersebut diambil setelah konsultasi dengan VAR, dan meskipun dianggap legal oleh otoritas wasit, tak sedikit yang mempertanyakan alasan di balik pembatalan tersebut. Klopp mengekspresikan ketidakpuasannya dengan keputusan itu, menyatakan, “Itu adalah momen yang merugikan bagi kami, tetapi kami harus menerimanya dan fokus ke depan.”
Dari sisi taktik, baik Pep Guardiola maupun Jurgen Klopp menunjukkan strategi yang brilian. City mengedepankan permainan lekas dan agresi balik yang efektif, fana Liverpool menumpukan dominasi di lini tengah untuk menciptakan peluang. Tetapi, beberapa blunder, terutama dari kiper Liverpool, Alisson, menjadi titik balik yang mengubah jalan pertandingan. Alisson, yang biasanya dikenal sebab konsistensinya, melakukan kesalahan fatal yang disayangkan oleh banyak pihak dan membikin momentum beralih ke pihak City.
Secara keseluruhan, laga ini tak cuma memuaskan dahaga para penggemar sepak bola, tetapi juga menambah bumbu ketegangan di papan atas klasemen Liga Premier. Dengan kemenangan ini, Manchester City semakin mendekatkan jeda dengan Arsenal yang berada di puncak klasemen, sementara Liverpool harus berbenah buat kembali bersaing dalam perebutan gelar. Kemenangan ini tentu akan dikenang sebagai salah satu pertandingan ikonik, di mana Haaland dan rekan-rekannya berhasil meruntuhkan dinding yang selama ini seolah tak tertembus di Anfield.




